Lama juga ya nunggu yang baca sampai 500 x/Bab. Hmmm. Se-enggak menarik itukah MetaForA ini, gaes? *"" "Kita di mana, Ian?" tanya Meta sambil bergerak, membetulkan posisinya yang tadi sedikit merosot dari kursi. Diliriknya Arian yang melihatnya sekilas lalu kembali fokus mengemudi. "Sebentar lagi nyampe rumah kok. By the way, laper nggak? Kita makan bentar, mau?" Meta mengangguk setuju. Sebenarnya Meta sudah terlalu lelah hari ini, ia ingin cepat-cepat sampai di rumah, lalu mandi dan kembali melanjutkan tidurnya. Tapi apa boleh buat, sekarang ini perutnya memang sudah keroncongan dan butuh dijejali makanan. Lagi pula, jika ia menolak dan berpikir untuk makan di rumah saja, sepertinya percuma. Karena, biasanya, jika sudah di atas pukul tujuh malam, jarang sekali ada stok makanan. Jadi

