Hai, jiwa-jiwa yang baper wkwkwkkw Aku up malam terus nih harap maklumlah yaaaa Semoga kalian seneng baca chapter ini ***** Manda melirik Meta yang sedang duduk di depan meja riasnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Sesekali, perempuan itu tampak meliriknya dari cermin. "Nggak punya hair dryer, ya, Mbak?" "Nggak," kata Manda ketus. Dan Manda berharap caranya barusan menjawab bisa membuat Meta peka untuk segera angkat kaki dari kamarnya dan pulang. Tapi, entah Meta sengaja atau memang tak peka, ia justru berjalan mendekati Manda yang duduk tak jauh dari kipas angin, lalu dengan santainya mengeringkan rambutnya di sana, di sebelah Manda. Ya ampun! Kok jadi ngelunjak sih? Udah dipinjemin baju ganti, juga! Malah sok-sokan dekat gini duduknya! Pulang, kek! Hih! Manda don

