63

1235 Kata

*** "Maksudnya ... Kakak ... mau nikah sama aku, gitu?" tanya Tsabina terbata-bata. Arian menghentikan mobilnya, lalu menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan. "Iya," kata Arian kemudian. "Nggak tau kenapa, saya ngerasa kalau saya suka sama kamu." Tsabina mengerjapkan matanya, takjub. "Jadi, Kakak beneran suka samaku?!" Arian mengangguk. Tsabina lekas-lekas menundukkan kepalanya, menyembunyikan semburat merah di wajahnya. Sementara itu, Arian juga tampak salah tingkah. Ia lalu memutuskan untuk turun dari mobil, bersandar di badan mobil sambil garuk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Ini kenapa dia jadi seperti anak ABG, sih? Malu-malu nggak jelas. Beberapa saat kemudian, didengarnya suara pintu mobil dibuka lalu ditutup. Tsabina menghampirinya dengan senyum lebar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN