**** "Muka kamu kenapa? Kok, merah-merah gitu?" tanya Arian saat Jenar keluar dari kamar dengan muka cemberut. "Ya merah-merahlah digigit nyamuk!" balas Jenar emosi. Di meja makan, Arimbi menertawakannya tanpa suara. Ketika Jenar menyadari itu, lekas-lekas Arimbi mengatup mulutnya. "Aku mau pulang aja," katanya lagi. "Aku ... aku akui kamu memang cakep, tapi aku nggak bisa. Aku nggak bisa hidup apa adanya dan punya suami yang irit. Aku enggak bisa." Arian dan Arimbi mati-matian berusaha menahan tawa melihat bagaimana Jenar berusaha menjelaskan keinginannya. "Terserah kamu mau mikirnya gimana, tapi aku nggak sanggup kalau harus hidup sederhana. Serius." "Sebentar, kamu berubah pikiran hanya karena aku pelit, gitu?" "Irit, pelit, apa bedanya, sih?" Jenar tersenyum palsu. "Aku bakal b

