61

2201 Kata

**** "Bi, ada Danilo tuh di depan." Tsabina mendelik sebal. "Terus, Mama bilang Tsabi ada?" "Iya. Kan, memang ada. Katanya, penting." "Alah, paling juga modus. Suruh pulang aja, Ma." Ibunya menggeleng dan mengusap kepala anak semata wayangnya itu dengan penuh kasih sayang. "Kamu nggak boleh gitu. Danilo itu, kan, datangnya baik-baik. Siapa tahu, memang ada hal penting yang mau dia bilang sama kamu." Tsabina mengembuskan napas panjang. "Ya, udah deh " *** "Ngapain? Katanya ada yang penting. Apa?" cecar Tsabina setelah berhadapan dengan Danilo yang menatapnya dengan tatapan penuh kagum seperti biasanya. Dan tolong garis bawahi. Tsabina nggak suka. "Iya, gue laper." "Hah?" "Temenin gue makan di luar, ya. Sekalian gue traktir." "Nggak mau." Tuh, kan, modus belaka. Dasar cowok! "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN