59-60

1673 Kata

"Oke, gini deh, ya! Mending lo pulang, terus nangis-nangis di rumah lo. Jangan nangisnya di siniiii. Berisik tau nggak?" Itulah yang dikatakan Arimbi kepada Tsabina yang menangis terisak di pojokan kamarnya. Setelah mendengar percakapan Arian dan si cewek bernama Jenar itu, Tsabina langsung bergegas masuk ke rumah Arian, untuk mencari tahu apakah benar yang tadi dikatakan cewek itu, kalau dirinya adalah calon istri Arian. Sumpah, Tsabina nggak rela kalau Jenar memang calon istrinya Arian. "Terima aja kenapa sih? Nyokap emang udah ada rencana buat cariin calon istri untuk Kak Arian. Jadi, ya udahlah, mendingan lo mundur aja." "Tapi, kan, Kak Arian belum tentu suka sama cewek itu." "Taunya dari mana? Jenar itu cantik, pinter, dan kata nyokap, punya usaha sendiri di London sana. Kak Aria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN