Aby terlonjak kaget sewaktu ia memasuki kamar, keadaannya berubah dibandingkan dengan dua jam yang lalu saat ia meninggalkannya. Bagaimana tidak? Di setiap sudutnya kini dihias sedemikian rupa, persis seperti kamar saat malam pertama pernikahan mereka. Bukan hanya itu, di atas ranjang, sudah ada bunga-bunga mawar yang bertebaran. Seketika bulu kuduk Aby meremang. Ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Hmmm. Aby melirik jam tangannya. Pukul lima sore. Meskipun ragu, sebenarnya ia tahu apa maksud dari ini semua. Pasti Meta-lah yang melakukan ini semua. "Hai, Sayang ...." Aby menoleh ke arah kamar mandi, di mana Meta berdiri lalu perlahan merosot ke lantai dengan gaya berlebihan. "Kamu udah pulang," katanya dengan nada-nada menggetarkan jiwa dan raga. "Eh?" Aby gelagapan. Salfok deng

