***** "Kenapa lo, Bi?" tanya Bianca pada Tsabina yang duduk di ruang ganti sambil memegangi perutnya Tsabina meringis. "Kayaknya gue lagi dapet deh." "Lo bawa pembalut, kan?" "Enggak. Bisa tolong beliin ke koperasi nggak? Gue takutnya tembus," kata Tsabina agak cemas. Biasanya, sebelum dekat dengan hari tamu bulanannya, Tsabina selalu antisipasi dengan membawa pembalut ke sekolah. Tapi, kemarin ia sungguhan lupa untuk memasukkannya ke dalam tas. Mana harinya maju dua hari, lagi. "Kenapa si Tsabi?" Kintan datang setelah mengganti seragam sekolahnya dengan baju olahraga. "Lagi dapet. Bentar, ya, gue cari pembalut sebentar," ucap Bianca lantas berlalu. "Tumben lo nggak bawa?" "Lupa. Lo bawa nggak?" "Ya enggaklah, orang gue baru dapet seminggu yang lalu." Tsabina hanya bisa manyun

