***** "Loh, udah pulang?" Tsabina menoleh menatap Ibunya yang baru saja pulang dari arisan keluarga. "Orang nggak jadi pergi kok," cetusnya dengan wajah memberengut lalu kembali melihat ponselnya yang sedang menampilkan grub chatting dengan teman-temannya. Di sana, Tsabina curhat tentang batalnya rencananya kemarin untuk pergi berdua dengan Arian. Seperti biasa, bukannya bersimpati atau apa, keempat temannya itu justru menertawakannya. Memang dasar teman kurang ajar. Orang lagi sedih juga. Ibunya mengangkat alis penuh tanya. "Loh! Kok, nggak jadi?" Tsabina makin cemberut. "Ya, gitu, deh." "Kamu kenapa? Kok, kayaknya lagi sebel gitu? Sebel karena nggak jadi, atau ada sebab lain?" Sebagai orangtua, tentu saja ia tahu isi hati anaknya. Sejak Tsabina menginjak remaja, dia selalu membag

