**** "Halo, Kak?!" Arian menoleh melalui bahu ketika mendengar ada yang memanggilnya. Dan begitu tahu siapa orangnya, ia langsung mendecakkan lidah. Arian pun semakin mempercepat langkahnya menuju lift ke lantai atas tempat unitnya berada, berharap gadis remaja itu tidak akan sempat menyusulnya. Namun sayang, Tsabina lebih cepat dari yang dia pikirkan. "Sore, Kak? Habis dari mana?" tanya Tsabina setelah berdiri bersebelahan dengannya di dalam lift. Arian menekan salah satu tombol sambil menjawab, "Mau ke mana juga bukan urusan kamu." Tsabina tak peduli dengan wajah masam yang Arian tunjukkan padanya. Karena baginya, seperti apa pun ekspresinya, Arian tetap kelihatan tampan. "Kak, jangan jual apartemen-nya dong! Jangan pergi," ujar Tsabi kemudian setelah pintu lift tertutup. Arian m

