Edwin merasakan aura ketidaksukaan Dhama kepadanya, tapi dia berusaha tetap tenang supaya anaknya tidak lebih membenci dirinya. "Kamu sudah bangun nak? Ayah sudah menunggu kamu sejak tadi, kamu belum sarapan kan ayo makan dulu." Dengan ramah Edwin mencoba mengambil hati anaknya. Tapi Dhama sama sekali tidak tergoyah dengan kebaikan Edwin, "Siapa yang menyuruh menunggu, saya bahkan tidak tau kalau anda melanggar janji anda sendiri." Ucap Dhama sinis bahkan tidak ingin menyebut Edwin dengan panggilan Ayah. Ada kesedihan di hati Edwin sebagai seorang Ayah, tapi dia tau kesalahan nya di masa lalu memang sulit untuk di lupakan begitu saja termasuk oleh Dhama. "Ayah kan sudah bilang ingin kembali tinggal bersama dengan kamu, Ayah ingin menebus semua kehilangan kita selama ini Nak. Tolong maaf

