Tidak banyak yang dilakukan Dhama dan Alina begitu sampai di lantai atas, "Lin, kamu bereskan perlengkapan untuk ke kampus lalu siap-siap pergi. Nanti setelah selesai kita seperti biasa pergi ke kampus sama-sama." Ucap Dhama setenang mungkin seakan tidak terjadi apa-apa. Berbeda dengan Alina yang masih menetes air matanya walau tidak deras, dia hanya mengangguk tanda mengerti maksud Dhama. Setelah melihat anggukan Alina, tangan Dhama terulur untuk mengusap rambutnya pelan kemudian menghapus sisa air mata Alina dan masuk ke kamarnya tanpa berkata apa-apa lagi. Begitu juga hal nya dengan Alina yang masuk ke kamarnya, di dalam sana Alina terduduk di lantai setelah menutup pintu. Badan Alina sebenarnya sudah gemetaran sedari tadi, hanya saja dia menahan nya. Kini Alina sudah tidak sanggup la

