Perkataan Edwin tadi membuat Dhama semakin kesal dibuatnya, "Apa gak mu mengatur hidupku?! Siapapun yang akan aku nikahi tidak ada hubungannya dengan mu! Urus saja hidupmu sendiri, lagi pula kamu tidak diundang ke acara pernikahan ku." "Aku Ayahmu! Tidak perlu undangan dari anaknya untuk hadir di acara pernikahan anaknya sendiri, tapi aku berhak untuk memilih kan calon istri yang terbaik untuk kamu!" Marah Edwin yang masih merasa berhak menentukan siapa yang akan di nikahi oleh Dhama. Senyum mengejek terlihat jelas di wajah Dhama, "Mungkin bagi orang tua lainnya mereka berhak, tapi kamu tidak! Kamu kehilangan gak itu sejak Ibuku meninggal karena ulah mu!" Tunjuk Dhama tepat di depan Wajah Edwin. "Itu sudah takdir Dham, jadi sebaiknya kita lupakan dan menata hidup kita kedepannya." Edw

