Hari-hari berlalu dan kini persiapan pernikahan Dhama dan Alina sudah mencapai sembilan puluh persen, semua undangan sudah terkirim. Dari mulai teman sekolah SMA, teman kuliah, sampai orang terdekat lainnya. Alina pun mengirim kan undangan ke Ibunya, tentu saja dengan kutipan 'Silahkan datang jika berkenan, dan jika tidak berkenan pun tidak apa-apa'. Yah karena biar bagaimana pun dia tetap satu-satunya keluarga Alina, tapi jika tidak ingin datang pun Alina tidak akan memaksanya. Seperti hari-hari biasanya Alina dan Dhama masih pergi ke kampus, kini mereka mendapat kan kuliah siang. Sejak awal masuk ke lingkungan kampus terasa sekali jika semua orang mulai memperhatikan Alina dan Dhama, namun karena sudah terbiasa keduanya cuek saja dan memilih untuk langsung masuk ke dalam kelas seperti

