"Maafkan aku." Fresyia terisak, kepalanya tertunduk di depan Tuan Callisto. "Semuanya salahku. Jika bukan karena aku, Ares tidak akan kenapa-kenapa." Mata biru Tuan Callisto melebar. Ares? Dari amana Fresyia mengetahui nama itu? Hanya dirinya dan Ades yang mengetahui nama itu. Nama itu adalah nama panggilan Antares saat masih kecil, nama kesayangan. "Aku ... selalu membuat masalah. Bukannya membuat Ameris kembali seperti semula, aku justru membuatnya semakin kacau." "Tidak, bukan salahmu, Fresyia. Antares melakukannya atas kemauannya sendiri." Emilia menghibur gadis itu, memberinya semangat agar tidak terpuruk. Siapa pun itu orangnya, pasti merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Fresyia. Apalagi, bila kau menghabisi kakak beradik yang memiliki arti penting untuk sebuah planet. "
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


