Bab 52

1331 Kata

Tidak ada satu pun dari mereka yang menghentikan Fresyia. Es tipis berubah menjadi lapisan es yang tebal, menyebar menyelimuti seluruh tanah Lembah Kematian. "Apa yang terjadi?" tanya Orion. Ia menatap sekelilingnya dengan heran. Bunyi retakan yang sebenarnya adalah es yang terus melapisi tanah Lembah Kematian terdengar semakin menjauh, sementara es semakin melebar. Suhu udara semakin turun hampir menyentuh titik beku. Beberapa menit saja, Lembah Kematian yang dulunya terlihat kelam berubah menjadi terang benderang karena tertutupi es. "Apakah kita harus menghentikan Fresyia, Zidane?" tanya Dione. Suaranya bergetar menahan dingin, padahal ia sudah mengerjakan jubah yang cukup membuatnya hangat, ia tetap kedinginan saja. "Tidak akan bisa," sahut Zidane tanpa menatap Dione. Seluruh fo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN