"Sekarat?" ulang Anne. Refleks kepalanya menoleh ke arah Dione yang berdiri beberapa kaki di belakangnya. "Benarkah Antares sekarat?" Anne berdiri, menghampiri pria itu dan mulai memeriksa keadaannya. Mata karamelnya melebar sempurna merasakan denyut nadi Antares yang lemah. Semakin lama semakin lemah. "Antares, bertahanlah!" pinta Anne sambil mengerahkan kekuatan penyembuhnya. "Anne, apa yang kau lakukan?" tanya Thea memprotes. "Dia musuh kita, kau tidak perlu mengobatinya. Dia bisa saja membunuhmu bila sudah sadar nanti!" Anne tidak memedulikan perkataan Thea. Dia tetap mengerahkan kekuatan penyembuhnya pada Antares. Perihal pria ini akan menghabisinya setelah sadar atau tidak, itu urusan nanti. Yang pasti, dia tidak bisa melihat orang lain yang dikenalnya terluka tanpa dia mengoba

