"Seharusnya aku yang pergi bersama Antares untuk menemani Lucia, bukannya Tita." Thea menatap Fresya yang duduk bersandar di atas tempat tidurnya. Dia sendiri duduk di single sofa di sisi tempat tidur itu. Sofa itu ditariknya dari bagian kanan kamar. Sepertinya dia mengetahui sekarang apa yang membuat sepupunya tampak tidak sehat. Fresya terlalu memikirkan keselamatan kedua teman mereka yang saat ini sedang berada di luar sana. "Untuk monster dan yang lainnya, aku yakin mereka masih dapat mengatasinya. Namun, jika Antares yang menyerang mereka ...." Fresya menggeleng. Sebenarnya bukan hanya ini yang menjadikannya khawatir. Mengenai hubungan Antares dan wanita yang akan menjadi penyangga utama itu juga sangat meresahkannya. Kedua masalah itu berimbang mengambil tempat di dalam kepalany

