Pertempuran uji coba berlangsung beberapa saat lagi, tapi pria berambut abu-abu itu masih berdiri di depan lokernya. Dahinya menempel pada pintu bagian atas loker, mata birunya terpejam rapat. Mulutnya terbuka, ia menarik dan membuang napas dari sana. Meskipun ini hanya pertempuran uni coba dan bukan yang pertama untuknya, tetap saja ia gugup karena Sang Putri menyaksikan pertempuran kali ini secara langsung. Jika biasanya pemimpin planetnya itu hanya akan mendengar hasil uji coba dari laporan orang kepercayaannya, maka hari ini Putri Miranda akan menyaksikannya dengan mata dan kepalanya sendiri. Gugup yang dirasakannya bertambah menjadi dua kali lipat. Jika tadi, sebelum Putri Miranda tiba ia merasa baik-baik saja dan sangat siap unyuk kembali berhadapan dengan pria sok hebat itu, maka

