"Sudah sadar?" Suara Nereida bergema di Lembah Kematian. Seringainya terlihat menakutkan, disusul dengan tawanya yang menggelegar. Lembah Kematian berguncang hebat beberapa saat, reda bersamaan dengan tawa perempuan itu. Langkah kaki Nereida terdengar nyaring di lantai yang dingin. Dia menyeret kakinya pelan dan santai, sengaja melancarkan teror pada tawanannya yang tak berdaya. Fresya menatap dingin sedingin lantai yang kini menjadi alas berbaringnya. Mata birunya berkilat. Beberapa kali dia terbatuk karena udara berbau busuk yang menusuk indra penciumannya. Dadanya naik turun dengan cepat seiring napasnya yang memburu. Entah apa yang dilakukan perempuan itu kepadanya sampai dia tidak bisa bergerak seperti sekarang ini. Sepertinya, dia sudah menghirup racun yang disebarkan perempua

