"Selamat datang di Lembah Kematian, Tampan!" Antares membeku selama beberapa detik. Bukan karena sambutan Nereida yang disertai tawa menggelegar, melainkan melihat perempuan yang berdiri di sampingnya. Perempuan itu adalah wanitanya, Fresyia, tetapi tidak terlihat seperti Fresyia yang biasanya. Antares yakin, perempuan yang dicintainya itu berada di bawah kendali Nereida. "Kudengar, kau ingin membalas kematian kakak laki-lakimu kepada gadis ini, bukan?" Nereida berjalan memutari Fresyia, gerakannya lambat dan pelan. Bahkan, kadang berhenti seperti seseorang yang tengah berpikir. "Sekarang, kau bisa melakukannya. Anggap saja, aku membantumu untuk rencana itu. Jangan berterima kasih kepadaku karena aku tulus membantumu." Tawa Nereida kembali menggema setelah selesai mengucapkan kalima

