Bagian empat

600 Kata
Pagi yang cerah, Laras menyempatkan diri ke pasar tradisional di dekat kontrakan. Membeli sayuran, bahan-bahan sop, tahu, tempe, ayam, juga berbagai jajanan pasar. Ia masih menikmati hari liburnya. Setelah di pastikan belanjaan komplit, gadis bersurai panjang itu memutuskan pulang. Rambutnya dikuncir buntut kuda, pakaian kesual yang membuat Laras terlihat keibuan. Baru saja Laras ingin menstarter motornya, bunyi gubrak keras menyita perhatiannya. sebuah rak besar ambruk dari sebuah toko, seorang wanita tampak terhimpit di bawah rak. Tanpa pikir panjang, Laras mengesampingkan motornya, membantu mengangkat rak itu bersama yang lain. Terlihat wanita paruh baya, yang elegan dan cantik. Ia pingsang dan sedikit darah keluar dari dahi dan mulutnya. Sepuluh menit kemudian, di ruang pertolongan darurat klinik di dekat pasar. "Tante sebenarnya Laras pingin nunggu anggota keluarga Tante datang, tapi Ayah ibu saya belum minum obat!" pesan Laras saat wanita paruh baya itu siuman. Laras meletakan bukti pembayar klinik beserta obat luka, dan obat pereda nyeri di meja dekat wanita paruh baya berbaring.Ia juga meletakkan bubur penambah tenaga di di nakas. Senyum lembut terukir, di wajah cantik wanita paruh baya. Ia masih lemah terbaring, ia pingsan saat tubuhnya tidak kuat menahan hantaman rak barang dagangan di toko tadi. Beruntung tidak ada cedera serius. Pukul delapan pagi saat Laras melirik pergelangan tangannya. "Laras pamit ya Tante! Tante lekas sembuh!" Wanita paruh baya mengangguk. Ia belum mampu bersuara, tapi dari sorot matanya yang teduh, penuh dengan rasa terima kasih. Sepuluh menit kemudian. Dua pria tampan muncul, dengan nafas terengah-engah. Adi dan Panji, membuat seisi klinik terpesona, oleh ketampanan kakak beradik itu. Ya wanita paruh baya, yang kecelakaan tadi, adalah nyonya Imel ibu dari Adi dan Panji. "Ma, Mama baik-baik saja kan? Yang luka yang mana Ma? Perlu kerumah sakit Swasta buat X–ray?" Adi langsung mengecek sekujur tubuh sang Mama. "Mama baik-baik saja, untung tadi ketemu gadis baik, kalian telat sih, gadis baiknya udah pulang deh!" keluh Nyonya Imel pada kedua putranya. "Mama pingin kamu kenalan sama dia Adi! Gadis seusia itu mau masuk pasar itu jarang ada, Mama pingin punya mantu kaya gadis tadi!" Nyonya Imel bersemangat. "Gak jadi nih jodohin Adi sama Alda apa Aldo tuh?" Adi kesal bukan main, saat ia mengkhawatirkan kondisi sang mama. Tapi Nyonya Imel justru antusias ingin menjodohkannya, dengan gadis yang baru menolongnya. "Dia beda Di, anaknya baik, berbakti sama orang tua, Mama terkesan sama sikapnya yang baik hati!" Mata Nyonya Imel berbinar-binar menceritakan gadis penolongnya. "Panji kenal satu Ma gadis seperti itu. Pinter masak, rajin sholat, sayang sama keluarga, senyumnya mirip bunga di musim semi!" Sosok Laras terlintas di mata Panji. Gadis yang ia incar dari tiga tahun yang lalu, gadis yang mampu memporak-porandakan, sikap Panji yang playboy. Raut wajah Adi suram, ia tahu gadis yang Panji maksud. "Fokus tuh sama perusahaan, jangan mikirin cewek mulu!" Adi menimpuk wajah adiknya dengan kotak tisu, yang tidak berbahaya di nakas dekat tempat tidur. "Bang, Abang juga punya andil kali sama perusahaan, jangan aku terus!" protes Panji karena Adi lebih fokus pada kampusnya, juga perusahaan real estate miliknya sendiri. "Ah udah kalian, bantu Mama deh, Mama pingin pulang!" Nyonya Imel segera melerai kedua putranya yang tidak pernah akur ini, ia memijit pelipisnya melihat perselisihan keduanya karena hal sepele. Di sisi lain. Hari ini Laras masuk siang. Setelah menyiapkan keperluan ayah, ibunya. Ia menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah. Waktu menunjukkan pukul 10 siang. Laras sudah rapi dengan dress warna marun selutut, dipadu celana legging warna hitam, hak tinggi lima sentimeter, makin menunjang penampilan Laras yang proporsional. Rambut lurus hitam berkilau, di biarkan tergerai, ujung rambut menyentuh pinggang ramping Laras. Setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya. Laras menuju kampusnya, menggunakan busway.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN