"Paman tidak mau tahu alasanmu, yang pasti kau harus menuruti semua ucapanku menikah dengan Tuan Alonso De Alma."
"Tapi paman, aku ..."
"Tidak usah banyak alasan Runa. Seharusnya kau bahagia tuan Alonso mau menikahi gadis miskin sepertimu. Kau akan mendapatkan segalanya jika menuruti semua ucapan kami."
"Tapi bi, aku tidak mengenalnya, bagaimana bisa menikah dengan orang yang tidak ku kenal sebelumnya,? Lagi pula, kenapa harus aku?"
"Karena kau harus membalas hutang budi pada kami. Selama ini keluarga kami yang menghidupimu semenjak kedua orangtuamu tiada, jadi jangan pernah menolak, atau kau akan terima akibatnya."
Perkataan paman dan bibiku di pagi itu membuat diriku tidak semangat kerja hari ini. Entah mengapa mereka justru mengorbankan hidupku untuk membayar semua hutang-hutang yang mereka pinjam pada tuan Alonso.
Seharusnya mereka menyerahkan Danisa, anak mereka sebagai jaminan membayar hutang, dan bukan aku. Mama, papa, apa yang harus ku lakukan sekarang, aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak ku cinta.
***
#Flashback
"Arunika, jaga dirimu baik-baik selama mama menemani papa mengurus pekerjaan di Luar Negeri," ucap mama saat itu sambil memelukku.
"Iya, Mah. Jangan lupa bawakan oleh-oleh untukku saat pulang nanti," jawabku membalas pelukannya.
"Jangan khawatir, pasti akan kami belikan. Apa sih yang enggak buat putri papa yang cantik ini," sambung papa yang langsung memeluk aku dan mama.
"Iiiih papa, Runa tidak bisa nafas nih. Ya sudah pokoknya jaga diri papa dan mama juga di sana. Mama pulangnya jangan lama-lama, Runa nanti kesepian," kataku merajuk.
"Mama hanya tiga hari di sana, dan setelah itu kembali ke rumah. Ya sudah kalau begitu kami pergi dulu, sayang. Jaga dirinu baik-baik di rumah," ucap mama memelukku sekali lagi.
Entah mengapa perasaanku menjadi tidak tenang melihat kepergiaan mereka kali ini. Seolah pelukan dan kebersamaan kami hari ini tidak akan pernah terulang lagi.
"Aah, itu hanya perasaanku saja," kataku menghibur diri dalam hati.
Arunika mencoba melupakan kegelisahan hatinya dan memilih untuk pergi ke kampus untuk bertemu teman-temannya. Kemudian dia bersiap untuk berangkat, akan tetapi satu dering telepon dari nomor yang tidak dia kenal membuatnya penasaran.
"Hallo ..."
Dan setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi. Ketika sadar, dia sudah berada dalam kamar ditemani oleh bibi dan sepupunya. Mereka terlihat sedih saat menatap ke arahnya.
"Bibi, apa yang terjadi,? Mengapa aku bisa berada di kamar, padahal tadi aku ...," kataku mencoba mengingat sesuatu.
Bibi segera memeluk sambil menangis dan mencova menenangkanku. Aku menjadi semakin bingung, mengapa bibi dan juga Danisa tiba-tiba menangis.
"Ada apa ini, mengapa kalian menangis,?" tanyaku penasaran.
Belum sempat mereka menjawab, paman masuk dengan raut wajah muram dan menatapku. Dia langsung menghampiri kemudian memeluk erat diriku.
"Paman, ada apa ini,? mengapa kalian semua bersedih?" tanyaku lagi
.
"Arunika ... Tabahkan dirimu. Bagaimana paman harus menyampaikan hal ini padamu," ucapnya menatapku.
"Katakan saja paman, ada apa sebenarnya,?" ucapku mencoba tenang.
"Arunika, orangtuamu ...,'
"Ada apa dengan mereka, Paman,? Katakan padaku, sebenarnya ada apa ini!"
"Orangtuamu mengalami kecelakaan. Pesawat yang mereka tumpangi meledak dan tidak ada satu pun yang selamat," jelas paman padaku.
"Tidak mungkin, itu bohong kan, Paman,? Katakan itu semua tidak benar, Bibi ..." teriakku histeris.
Bibi langsung memelukku erat, sementara diriku hanya bisa menangis meratapi kepergian mereka yang begitu cepat.
***
Semenjak saat itu, paman dan bibi menjadi pengganti orangtuaku, dan Danisa sebagai adikku. Mulanya mereka begitu menyayangi dan melindungiku, akan tetapi setelah mendapatkan apa yang di mau, mereka pun berubah, dan memperlakukanku layaknya pembantu di rumahku sendiri.
Dan kini, aku harus menanggung semua hutang-hutang mereka dengan menikahi tuan Alonso, orang yang telah memberikan mereka pinjaman.
"Ya Tuhan, cobaan apa lagi , mengapa hidupku seperti ini akhirnya," ucapku lirih.
"Apakah aku harus menerima kenyataan demi membalas budi pada mereka?"