Dibalik senyum raka

1672 Kata

Pak Surya kembali mengangguk, kali ini dengan senyum tipis. Dulu, dia mana pernah senyum seperti itu pada Ziva. Hati Ziva menghangat. Perjuangan panjangnya meluluhkan hati mertua berbuah manis. Setelah memastikan Pak Surya nyaman, Ziva bergegas ke dapur. Bi Sari, asisten rumah tangga mereka, sudah sibuk menyiapkan bahan. "Pagi, Bi!" sapa Ziva ceria. "Hari ini masak apa? Aku bantuin ya!" "Pagi, Non Ziva. Ini Bi Sari lagi bikin pancake pesenan Den Daffa," jawab Bi Sari ramah. "Non Ziva duduk aja, biar Bi Sari yang urus. Nanti kecapekan." "Ih, Bi! Aku udah kebal kok sama kerjaan rumah. Santai aja," Ziva mengambil mangkuk adonan. "Aku bantu bikin jus jeruk ya, Bi. Biar seger." Tak lama kemudian, Daffa muncul di ruang makan, rambutnya masih sedikit berantakan tapi wajahnya ceria. Di belaka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN