Janji Pulang di Bawah Restu dan Cinta

1479 Kata

Alya terdiam sejenak, menghapus air mata yang jatuh di pipinya. Ia melirik ke arah pintu masuk, di sana terlihat Damar Adhikara berdiri bersedekap bersama Ziva yang menggendong Zulfa. Damar memberikan anggukan kecil—sebuah tanda restu final yang paling sah. Alya kembali menatap Davendra, lalu tersenyum sangat manis. "Bang... kalau Abang janji nggak akan cuekin aku demi tugas lapangan lagi, jawabannya adalah... iya. Aku mau." Sorak-sorai dan tepuk tangan pecah memenuhi aula pabrik. Davendra segera menyematkan cincin itu di jari manis Alya, lalu berdiri dan memeluknya erat. Para karyawan bersorak, Ratih menyeka air mata bahagianya, dan Damar hanya bisa menggeleng-geleng sambil tertawa kecil. "Selamat ya, Ven. Selamat datang di keluarga Adhikara yang penuh drama ini," seru Damar dari kejau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN