Runtuhnya Kontrak

1401 Kata

Suasana di dalam mobil SUV hitam itu terasa sangat dingin dan mencekam. Damar mengemudikan mobilnya membelah jalanan Jakarta yang mulai sepi, sementara Ziva hanya terdiam sambil menatap ke luar jendela. Damar memutuskan pergi dari hotel sebelum acara benar-benar usai, rasa posesifnya sudah mencapai titik didih. Begitu sampai di apartemen mewah miliknya, Damar langsung mengunci pintu. Ziva merasa canggung, atmosfer di ruangan ini mendadak terasa sangat berbeda. "Mas... lo marah ya?" tanya Ziva pelan, memecah keheningan saat mereka berdiri di ruang tengah. Damar berbalik, menatap Ziva dengan sorot mata tajam. "Kenapa Alvian harus ngaku jadi pacar lo di depan Mama?" Ziva menghela napas, ia menceritakan semuanya, bagaimana Tante Helena memergoki tanda di lehernya dan bagaimana Alvian terpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN