Air masih menempel di kulit Cintia ketika ia berjalan di samping Sam, meninggalkan kolam renang yang kini terasa dingin dan kosong. Rambutnya yang basah menetes pelan, menuruni leher hingga menyentuh garis d**a yang dibalut tipis kain handuk. Sam menunduk sebentar, mencoba mengalihkan pandangan, tapi setiap langkah justru membuat bayangan itu semakin jelas. Begitu pintu apartemen tertutup rapat, suasana berubah drastis. Hening. Hanya suara napas mereka yang terdengar. Sam menatap Cintia lekat, sorot matanya penuh gejolak yang sejak pagi ia tahan. Semua godaan kecil—sarapan, senyum nakal, tubuh basah di kolam—menumpuk jadi bara. Tanpa banyak bicara, Sam menarik tangan Cintia dengan tiba-tiba. Tubuh wanita itu terhuyung sejenak, lalu jatuh ke dalam dekapan hangat dan keras di dadanya. Tang

