Hidup Kedua Valeri : Godaan dari balik uap

1241 Kata

Cintia berdiri terpaku di ambang pintu kamar mandi Sam. Suara gemericik air deras jatuh dari pancuran membaur dengan dengusan halus dari dalam. Uap tipis menempel di kaca buram, membuat sosok lelaki di baliknya tampak samar, namun justru semakin menggoda imajinasi. Perutnya meringis, bukan hanya karena rasa ingin buang air yang tak tertahankan, tapi juga karena ada sesuatu yang lebih pelik: tubuhnya bergetar oleh rasa penasaran. Sam—lelaki yang selama ini ia kenal sebagai penjaga, pengawal, sekaligus pria yang kerap membuatnya jengkel dengan sikap dingin—kini tanpa sadar memperlihatkan sisi paling jantan. Cintia menempelkan telapak tangannya ke pintu, dinginnya kayu kontras dengan panas yang merambat dari dalam tubuhnya. “Astaga…” desahnya lirih, hampir tak bersuara. Ia tahu ini salah, i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN