Hidup Kedua Valeri : Mimpi buruk

1272 Kata

Tubuh Valeri masih terbaring kaku di atas ranjang megahnya. Nafasnya teratur, namun matanya kosong, tidak benar-benar hidup. Para pelayan rumah sudah terbiasa melihat keadaan itu: tubuh yang bernafas, tapi seolah tanpa jiwa. Namun di balik keheningan dunia nyata, jiwa Valeri melayang ke sebuah ruang asing—sebuah alam yang tak pernah ia kenal. Semuanya berwarna kelabu, sepi, hanya kabut putih yang bergulung-gulung, menelan pandangan mata sejauh ia bisa melihat. Di sanalah ia melihat sosok perempuan, berdiri anggun dengan gaun putih yang berkilau samar. Wajah itu… ia kenal. Itu adalah Cintia—wanita yang tubuhnya kini ia huni. Cintia tersenyum lembut, namun di balik senyum itu ada kelelahan, ada kepasrahan. “Valeri…” suara Cintia bergema lembut, seakan datang dari segala arah. “Jika kau me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN