Matahari siang menyinari halaman belakang rumah mewah itu, menebarkan cahaya keemasan yang memantul indah di permukaan kolam renang. Airnya berkilau, beriak lembut tiap kali Valeri menggerakkan lengannya, berenang dengan gerakan anggun. Rambutnya yang basah terurai, menempel di kulit putihnya, seolah menambahkan kesan sensual yang tak bisa dihindari. Di sisi kolam, Om Sam duduk dengan kemeja putih yang lengannya digulung, laptop terbuka di hadapannya. Namun tatapannya bukan pada layar yang dipenuhi angka-angka laporan, melainkan pada tubuh Valeri yang bergerak bebas di dalam air. Dari balik kacamata tipisnya, pandangan itu begitu jelas—ia berusaha menutupinya dengan berpura-pura mengetik, tapi jemarinya sering terhenti, napasnya tertahan tiap kali Valeri muncul ke permukaan dengan senyum

