Hidup Kedua Valeri : Nafsu yang tak usai

1059 Kata

Prosa Ungu – Ronny, Dahlia, dan Bayangan Cintia Di kamar remang itu, waktu seperti bernafas dengan tersengal. Dinding-dinding seakan bersekutu dengan rahasia, memantulkan desir nafas yang mulai tak terkendali. Ronny berdiri di hadapan Dahlia dengan sorot mata liar, pupilnya membesar, seakan ada bayangan lain yang menari di balik retina: bayangan Cintia. Namun di hadapannya bukanlah Cintia—melainkan Dahlia, dengan tubuh bergetar menahan rasa yang berlapis: takut, pasrah, sekaligus samar-samar tergoda oleh intensitas pria itu. Pedang kelelakiannya masih berdiri tegak, kokoh seperti tiang api yang menantang langit. Nafsu di dalam dirinya belum usai; justru semakin berkobar bagai api yang disiram minyak. Tangannya kembali mengembara, meremas gunung kembar Dahlia yang sejak tadi menjadi tum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN