Dentuman suara musik hingar bingar terdengar di seluruh ruangan. Cahaya lampu yang memang di setel redup. Membuat lampu warna warni bersinar terang. Lampu warna warni itu berkedip kedip, mengiringi suara musik ajeb ajeb.
Di salah satu sudut ruangan, terdapat beberapa kursi eksklusif, untuk tamu VVIP. Dari tempat itu, mata bisa leluasa melihat pemandangan orang orang yang sedang berlenggak lenggok liar, mengikuti irama lagu ajojing. Perempuan perempuan berbaju serba terbuka sedang asik menari, berbaur jadi satu dengan laki laki.
Walaupun pengunjung masih sedikit, karena hari masih sore, namun sudah ada penari di atas panggung yang memakai baju mini. Dadanya hampir terlihat semua ketika ia membungkukkan dadanya. Dan bokongnya hampir terbuka, ketika ia menungging. Si penari seksi itu sedang meliukkan tubuhnya di tiang.
Seorang pria di temani sang asisten tengah duduk di salah satu kursi eksekutif. Mata pria itu jengah melihat perempuan perempuan seksi itu. Mereka tak berakhlak, karena sedang menari liar di sana. Bibir pria itu tengah menyesap batang rokoknya dengan perasaan kesal. Ia bosan setengah mati karena klien bisnisnya tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.
"Di, kapan klien kita datang? Apa dia tidak menghargai waktuku? Sudah setengah jam kita duduk di sini," Ucap Calvin, pada Adi asisten nya. Tangannya saling meremas tak sabar.
"Sekarang di jalan sedang ada kecelakaan bos, mungkin mereka terjebak macet di sana" Adi ingat, ketika ia baru sampai. Di jalan raya sedang ada kecelakaan 2 mobil saling bertabrakan.
"Sial, harus sampai kapan, aku menunggu nya di sini?" Gerutu Calvin. Ia menjejalkan ujung rokoknya yang menyala di atas asbak.
"Lihat bos, pak Samuel sudah datang" Adi langsung berdiri, ketika melihat Samuel menuju ke arah mereka.
Calvin pun ikut berdiri, lalu menyalami tangan kliennya. Calvin memasang senyum terbaiknya. Ia terpaksa menuruti keinginan kliennya yang sedang ingin hiburan. Sebenarnya tadi siang, mereka sudah melakukan kesepakatan bisnis tentang perusahaan Calvin, yang akan kerja sama dengan perusahaan Samuel dari Jerman.
Calvin mempercayakan salah satu mesin elektronik perusahaan nya buatan dari Jerman. Dan ia harus memuaskan hati kliennya yang menginginkan hiburan dari wanita.
Calvin yang sudah merasa puas dengan hasil kerja mesin perusahaan Samuel. Sebagai ucapan terima kasih, Calvin berjanji akan memberikan hadiah untuknya. Dan Samuel tanpa malu malu menyebutkan keinginan nya, ia minta ke tempat ajeb ajeb di temani dua gadis cantik asli Indonesia.
"Welcome, Mr Samuel" Calvin menyambut kedatangan Samuel, ia menjabat tangan nya dan asistennya.
"Sorry I'm late, the road was jammed earlier " Samuel meminta maaf, karena jalanan macet.
Setelah Samuel duduk. Tidak lama kemudian, 2 perempuan penghibur cantik dan berpakaian serba mini, langsung duduk menghimpit Samuel yang bertubuh gendut. Samuel pun tertawa tawa hingga perut buncitnya bergoyang.
"Your belly is sexy honey " Ucap perempuan berambut panjang. Dia mengelus perut gendut si Samuel, berbohong, mengatakan perut Samuel seksi, agar ia dapat tips. Harapannya pun terkabul. Uang 100 ribu, Samuel selipkan di tengah bra wanita itu. Wanita itu pun cekikikan seperti Mak Lampir.
"your o***g must be hotter, do you want me to satisfy it? " Ucap wanita yang berambut sebahu. Tangan nya terus mengelus d**a si pria. Dia tidak sabar ingin memuaskan Samuel. Obat perangsang yang ia minum, membuatnya cepat b*******h.
"o***g? Apa itu o***g?" ( Langsung author terjemahin ya? Biar mata kalian gak sakit)
"o***g itu, peni** mu sayang. Oh ... ini pasti sedap" Rintih perempuan itu, yang bernama Rindu. Tangan nya dengan nakal menyentuh kemal*** Samual, lalu menggosok gosok nya dari luar. Samuel pun merem melek. Dan Rindu bisa merasakan o***g Samuel sudah memberontak.
Calvin merinding melihat pemandangan itu, ia membuang mukanya, ketika Rindu main mata dengan nya. Rupanya Rindu menginginkan Calvin.
Wajar saja Rindu lebih menginginkan Calvin. Secara, Wajah bule Calvin lebih rupawan dan ganteng. Tingginya pun menjulang, semakin indah di padu dengan otot otot di tubuhnya, yang tercetak sempurna. Tapi sayang, Calvin tidak bisa memuaskan hasrat setiap wanita yang mengagumi dirinya, karena ia sudah mempunyai pasangan. Pasangan yang sangat ia cintai. Dan demi dia, sejak 2 tahun lalu, Calvin rela mengikutinya ke Indonesia. Dan merubah warga negaranya, dari Amerika menjadi Indonesia. Pasangan nya tidak bisa hidup dengan Calvin di Amerika. Karena pekerjaan nya adalah pegawai negeri.
"Bos Calvin yakin, tidak butuh penghibur seperti bos Samuel?"
Suara manager diskotik menyadarkan Calvin, yang sedang menatap dingin ke arah lantai tempat orang orang sedang berajeb ajeb ria.
"Apa telinga mu rusak? Atau ingatan mu yang buruk? Kau lupa? Kau tadi sudah menanyakan itu padaku. Jawabanku tetap sama. Aku tidak membutuhkan wanita pengganggu semacam mereka" Mata Calvin berkilat memendam amarah, menatap pria berkaca mata tebal yang sedang berdiri di hadapan nya.
"Tapi, bos, untuk anda, saya kasih murah deh, saya kasih potongan 50 persen. Gimana?" Sang manager ngotot, ingin dapat pelanggan tajir seperti Calvin.
"Bagaimana jika dia tidak memuaskan aku?" Tantang Calvin.
"Saya akan kembalikan uang anda tuan"
"Benarkah? Kalau begitu, berikan satu yang terbaik," Ucap Calvin. Sang manager dengan hati riang pergi meninggalkan Calvin. Ia segera mencari wanita penghibur terbaik.
"Bos, anda yakin?"
Bisik Adi keras keras. Tempat berisik itu membuat Adi harus berteriak keras. Ia merasa salah dengar dengan ucapan bos nya yang tidak biasa.
"Aku akan mencobanya, siapa tahu memang bisa" Calvin mengangkat bahu kekarnya sekilas. Ia sudah belasan kali mencoba berhubungan dengan wanita manapun, tapi hasilnya selalu sama. Ia tidak bisa b*******h dengan mereka.
Sialnya, ketika ia bersama dengan wanita. Ia malah teringat dengan mendiang ibu tiri dan kakak perempuan tiri nya, yang sangat ia benci.
" Mr Calvin aku mau ke room service dulu ya. Terima kasih untuk cewek cewek **lang ini, semoga kau juga bisa menikmati mereka" Samuel berjalan sambil menghimpit dua perempuan di kedua ketiaknya. Dia berjalan ke Selasar ruangan lain. Di selasar itu, terdapat beberapa ruangan. Sang asisten Samuel, hanya membuntutinya di belakang nya.
"Hai, tampan ..... " Seorang wanita cantik dengan bedak tebal, dan bergincu merah menghampiri Calvin. Tanpa malu malu dia duduk di pangkuan Calvin. Dia lalu menghadapkan tubuhnya pada Calvin. Bahkan wanita itu taanpa basa basi langsung menggesek gesek o***g Calvin menggunakan b****g nya.
Hati Calvin langsung terkesiap terkejut, saat perempuan itu tiba tiba mengusap rambut tebal Calvin. Dalam hidupnya, ia paling benci jika ada orang yang tanpa izin menyentuh rambutnya.
Kedua tangan Calvin yang ia tumpukan di atas sandaran kursi tiba tiba mendorong tubuh wanita di depan nya dengan kasar.
Brugh ....
"Aww Aduh ...." Ringkih wanita itu kesakitan. Wanita itu jatuh ke lantai dengan keras, karena Calvin mendorongnya kasar.
"Apa yang kau lakukan pria gila? Badanku sakit tau! Aku tidak bisa terima ini" Maki wanita itu. Wanita itu lalu melayangkan kaki nya ke arah o***g Calvin.
Refleks Calvin pun menghindar, ia harus menyelamatkan barang berharganya. Dengan mudah Calvin meraih tubuh wanita itu yang lebih kecil darinya. Calvin lalu menjambak rambut wanita itu.
"Beraninya kau menyerangku jala**?"Calvin menarik rambut wanita itu, hingga ia mendongak.
"Kenapa aku tidak berani? o***g mu memang tidak berguna, dia hanya bisa tidur kan?" Cemoh wanita itu, dengan tersenum miring.
"Kurang ***** Tutup mulut kotormu Jala***! Sadarlah, kau bukan tipe ku, makanya aku tidak bisa bangun. Kau adalah wanita brengs*** yang ke sekian kalinya ku temui. Dan tingkah mu, membuatku semakin jijik dengan wanita"
"Dasar pria impoten, ngaku saja kalau kau impoten. Semua pria kalau normal, pasti berreaksi kalau di sentuh. o***g mu memang aneh, sudah ku rangsang tapi masih saja tidur, kau benar benar tidak normal" Ejek wanita itu. Bibirnya terangkat sebelah, tersenyum sinis.
"Berani sekali kau mengatakan itu w************n? Kau tidak tahu siapa aku hah? Aku mudah saja menyeret jala** sepertimu ke penjara"
"Seret saja aku ke sana, dan akan ku umumkan pada seluruh dunia, pemilik Kingworld elektronik, Calvin Vernando 32 tahun, adalah pria impoten dan tidak bisa menghasilkan keturunan!" Wanita itu, tak gentar sedikitpun oleh ancaman Calvin. Seolah ia terdidik dari keluarga yang keras seperti batu karang.
Mendengar ucapan wanita pemberani itu, membuat darah Calvin mendidih, wajah nya pun merah karena menahan emosi yang hendak meledak. Tangan kanan Calvin kemudian mencekik leher wanita itu.
"Kalau kau berani membuka mulut kotormu, Akan ku pastikan kau masuk penjara, dan membusuk di sana" Suara Calvin dalam dan penuh ancaman.
"Jika aku mati, kau juga harus mati tuan Calvin. Sebelum aku mati akan ku pastikan hidupmu hancur" Ancam wanita itu, ia mendongakkan wajahnya tak gentar.
"Pergi kau w************n, dan tutup mulutmu" Calvin melepas cengkraman tangan nya. Kemudian menghempaskan wanita itu ke lantai.
"Kau kira, kau bisa lolos begitu saja dari tangan Desi tuan Calvin yang terhormat? Setelah kau menghina, dan menyakitiku ada harga yang harus kau bayar" Desi berdiri di belakang Calvin. Tangan nya melipat di d**a.
"Kau mau berapa?" Calvin menyalakan rokoknya, menghisapnya kuat kuat, lalu menghembuskan asap nya dengan penuh knikmatan. Berusaha menenangkan kepalanya yang berdenyut pening, karena ulah wanita di hadapan nya itu.
"10 juta" Ucap Desi percaya diri.
"Berikan apa yang dia mau Adi," Ucap Calvin pada asisten nya. Mudah saja bagi Calvin mengeluarkan uang receh seperti itu. Dalam hidupnya, Calvin bahkan bisa hidup 10 tahun tanpa kerja. Uang di perusahaan nya seolah menyumber tanpa henti. Ribuan anak perusahaan yang menyebar di berbagai belahan negara, membuat Calvin tidak kunjung menjadi miskin.
Adi lalu mengeluarkan sebuah cek, setelah ia menulis angka 10 juta. Calvin lalu menandatanganinya.
"Aku akan menyeret mu ke penjara, kalau kau berani membuka mulut busuk mu itu" Calvin lalu melemparkan cek 10juta ke wajah Desi.
Dengan sigap, Desi menangkap cek itu, dan tanpa rasa takut, Desi mengambil rokok Calvin yang sedang dia hisap.
"Terima kasih tuan Calvin yang baik, ku doakan, semoga kau jatuh cinta pada wanita yang membenci dirimu," Ucap Desi dengan senyum miring, mengejek Calvin. Ia lalu menghisap rokok sisa Calvin. Dan dengan percaya diri pergi meninggalkan Calvin dan asistennya.
"Dasar lintah menjijikkan, sudah kuduga semua akan berakhir seperti ini. Wanita di dunia ini semua sama. Hatinya busuk dan penjilat. Tidak berguna, dan hanya bisa meminta minta" Calvin mengacak acak rambutnya kesal.
"Tapi, istri saya berguna bos, dia bekerja" Adi berusaha mematahkan kesan Bosnya tentang wanita.
"Tapi, dia tetap minta uang mu kan?"
Calvin melirik.
"Iya"
"Dasar bod***, mau saja di peras mereka" Calvin menyambar jasnya. Ia segera pergi dari tempat itu.
Adi yang berjalan di belakang bosnya hanya bisa menggelengkan kepalanya heran. Sampai kapan bos nya akan membenci wanita?
Adi merasa kasihan dengan bosnya, walaupun hidupnya bergelimang harta. Tapi ia tidak punya tempat sandaran hatinya, menenangkan pikiran nya ketika ia melihat senyumnya. Yang Adi tahu, masa lalu Bos besarnya itu, di penuhi oleh wanita yang mengerikan.
Bersambung ....