Selamat membaca~ - Asya tampak berbincang santai dengan beberapa guru yang mengajar di Rumah Bangsa. Mereka terlihat seperti guru professional, mungkin karena mereka sudah mendaptkan lisensi untuk mengajar. Berbeda dengan Asya yang sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam hal mengajar. Ia disini hanya karena menyukai anak-anak dan sangat ingin mengajarnya. “Oh, saya lulusan Management Bisnis di salah satu kampus Surabaya Mbak.” ujar Asya. “Lo asalnya Surabaya?” tanya Vania selaku salah satu guru yang mengajar di Rumah Bangsa. “Iya, Mbak benar.” jawab Asya. “Santai aja Cha kalau bicara sama kita selepas mengajar. Gue tahu lo paham sopan santun,” sahut Sendi, perempuan manis dengan rambut panjang sedikit bergelombang. Asya mengangguk seraya tersenyum segan. Vania mengubah arah dudu

