Selamat membaca~ - Angkasa duduk di balkon kafetaria sembari menyesap kopi yang kini ada di tangannya. Pikirannya berputar pada penuturan Danisa yang sangat membebani pikirannya saat ini. Rasa penasarannya terhadap Asya kini sangat tinggi. Berbagai pertanyaan akan siapa sosok Asya kini menjadi beban yang sangat berat untuk Angkasa pikul. “Jef hanya membutuhkan Acha saat ini. Pertemukan dia dengan Mama Acha-nya.” Perintah Danisa terus berputar pada ingatan panjangnya. Egonya ingin menolak, tapi cara berpikirnya masih jalan dengan benar. Hidup Angkasa hanya untuk Jefrey, bahagianya adalah melihat Jefrey tumbuh dengan sehat. Tangannya kini merogoh saku celananya untuk mengeluarkan benda pipih yang canggih. Ia mencari nomor Juno dan mengirimkan pesan kepadanya. Seolah ini adalah jalan yan

