Selamat membaca~ - “Mama.” pekik Jef. Asya yang sedari tadi berjalan melihat lantai, kini dia mendongak saat mendengar Sila menyapa Angkasa. Asya membulatkan matanya lebar saat Angkasa tidak berbohong akan pesan yang dikirimnya. Bahkan Jef saat ini sudah memeluknya dengan erat. “Ada sesuatu yang Bapak cari ya?” tanya Sila yang seolah sedang berbasa-basi dengan Bosnya. “Ya, ada yang saya cari.” jawab Angkasa. Asya menggeleng saat Angkasa menatapnya tajam. Berharap jika Angkasa tidak akan menyebut namanya dihadapan Sila. “Itu.” tunjuk Angkasa. Sila mengernyit saat Angkasa menunjuk sesuatu. Hal itu lantas membuat Sila berbalik untuk bisa melihat ke arah objek yang dimaksud oleh Angkasa. Tidak ada siapapun kecuali Asya dan Jef di belakang Sila. “Apa, Pak?” tanya Sila lagi untuk memas

