Bab 43

2135 Kata

Jika pria lain akan mengamuk atau meninggalkan ruangan wanita yang sudah menyelingkuhinya dan menutup pintu dengan membantingnya maka Juna sebaliknya. Ia memasuki ruangan Diva dengan tenang, berjalan perlahan, dan senyum yang menghiasi wajah tampannya. "Ju ... Juna, ini nggak kayak yang kamu liat!" Diva mencoba menjelaskan. Dia tak merasa perlu membela diri karena memang tidak bersalah. Meskipun tatapan tajam Juna mengulitinya, dan senyum miring yang membuat wajahnya makin tampan itu terlihat menakutkan, dia tetap berusaha bertahan di atas kedua lutut yang terasa lemas. "Dia Aldi, re ... rekan kerja aku." Juna tak menjawab, sebisa mungkin ia tidak membuka mulut. Ini kantor Arkan, tak akan ia mempermalukan dirinya dengan membuat keributan. Satu lagi, ia sudah berjanji pada Diva dulu, tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN