MULAI KISRUH

1192 Kata

BAB 15 MULAI KISRUH Dini menghela napas. "Walaupun aku bilang kalau sudah tidak mencintainya, tapi, melihat bang Agung bersanding dengan wanita lain, ternyata rasanya nyesek juga," ujar Dini sambil menunduk. "Kalau kamu mau menangis, nangis saja! Gak usah ditahan! Karena setelah ini, kamu tidak boleh menangis lagi! Kamu harus bangkit! Demi Rasyid! Demi diri kamu sendiri juga!" ujar Rifai. Andini tergugu. Sejak dulu, Rifai memang bisa membaca hatinya. Dia tahu kegundahan dalam hatinya. Rifai mengulurkan tissu. Dibiarkannya Andini menangis cukup lama. Setelah merasa lega, Andini tersenyum. "Terimakasih, Mas! Kamu selalu bisa ngerti aku!" ucap Andini. "Aku akan selalu ada untukmu. Sekarang dan selamanya!" Andini terhenyak. Dia memandang Rifai. Rifai pun balas menatapnya. Mereka berpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN