Shera Fuji Lesmana "Jauh?" tanyaku pada Axel kemudian. Kami sudah beberapa kali melewati lampu merah, juga menerobos kemacetan jalan. Tapi belum ada tanda-tanda kalau tujuan kami sudah dekat. "Sedikit lagi," jawab Axel sekenanya. Jawaban kesekian yang hanya diperuntukkan agar aku diam. Mungkin dia mulai kesal karena aku sejak tadi terus saja bertanya. "Dari tadi bilangnya sedikit terus, Xel. Ini kamu salah jalan kali?" tambahku lagi. "Salah jalan gimana sih. Yang tahu rumahnya itu aku atau kamu, Sher?" Benar juga, kenapa aku malah terkesan seperti orang yang sok tahu. Aku dan Axel sedang berada di dalam perjalanan menuju rumah baru. Rumah yang katanya ia berikan sebagai maskawin, juga rumah yang akan kita tempati nantinya. Kami nggak benar-benar akan pindah sekarang. Tapi, Axel

