Axel Yudhistira Segala perjuanganku hari ini, akan terbayar sudah. Tengang gugup, atau apalah. Aku tidak tahu definisi terbaik atas apa yang akan terjadi. Di dalam kamar aku terdiam sendiri, menatap pada cermin besar yang saat tengah memantulkan sosok identik laki-laki berjas yang begitu konyol. Ya, aku sangat konyol karena tak bisa menghilangkan kegugupan ini. Tubuhku memang tidak gemetar. Akan tetapi tiap kali aku berlatih mengucapkan kata-kata yang akan ku ucap di depan orang-orang nanti, rasanya jantungku seperti berhenti berdetak. Ehmm, baiklah. Mungkin bukan berhenti berdetak, karena jika begitu sama saja artinya dengan mati. Maksudnya, aku merasa bingung sekarang ini. "Astaga Axel, Papa pikir kamu ini ke mana?" Seorang pria dewasa yang ku sebut Papa, baru saja masuk ke kamar.

