Adrian Maulana Aku tidak tahu lagi harus berterima kasih karena ada Ricky yang mencegahku, atau justru merasa muak, karena dia pasti nggak akan setuju jika aku berusaha menggagalkan acara pernikahan ini. Hanya saja, semua yang dikatakan Ricky adalah benar. Aku sudah susah payah menahan emosi, berusaha menekan segala ego dan rasa takut juga sakit hati untuk bisa datang ke sini. Dan aku tidak mau membuat segalanya hancur hanya karena kebodohan yang tidak bisa aku kendalikan. Aku menepis tangan Ricky, melepaskan genggamannya pada kepalan tanganku lalu beralih pada arah lain. "Gue tahu!" jawabku dingin. "Oke kalau lo udah tahu, kita pergi ke sana sekarang," ajak Ricky sembari menunjuk ke arah di mana orang-orang mulai berkumpul. Semua tamu yang hadir terutama keluarga terdekat di arahkan

