Shera Fuji Lesmana Dughh ... mendengar perkataannya yang terlampau manis, membuatku tanpa sadar menyikut perutnya. "Adduhh ... kamu nih. Kebiasaan," keluh Axel sembari memegangi perutnya, lebih tepatnya agak ke kiri dan dekat dengan pinggang. "Ehhh, sorry-sorry. Nggak sengaja," ujarku salah tingkah. "Nggak sengajanya udah sering banget sih itu. Tapi nggak apa-apalah. Demi kamu, kalau cuma disikut setiap hari, aku masih mampu kok," serunya kembali melontarkan rayuan gombal. Dari mana Axel belajar menggombal seperti Artis papan atas Denny Cagur itu. Padahal pria ini dulu terdengar membosankan. "Bisa meleleh, aku digombalin terus sama kamu, Xel. Ya udah ayo masuk." Aneh ... sepertinya ada yang berbeda. Kenapa aku mudah sekali mempersilahkan Axel untuk masuk ke dalam kamar sempit ini.

