Adrian Maulana Aku nggak tega melihat sepasang matanya yang biasa terlihat ceria kini malah mengeluarkan air mata. Janjiku dulu adalah tidak akan pernah menyakiti gadis ini. Aku akan menjaganya, dan menjadikannya yang terakhir. Tapi yang terjadi, justru saat ini akulah yang menjadi penyebab air matanya jatuh. Namun bagaimana lagi, semua itu di luar kuasaku. Semua terjadi begitu saja dengan cepat dan tanpa di duga. Lantas aku harus bagaimana? Apakah aku harus membiarkan dia menjadi milik orang lain begitu saja? Ini tidak adil karena aku mencintainya. Sejauh petualangan cintaku bersama dengan para wanita itu, tidak pernah aku seserius ih dengan seorang perempuan. Apalagi harus berebut dengan seorang laki-laki. Semua itu pantang bagiku. Jika memang ada yang menginginkan mereka, maka sila

