"Baik, ada lagi?" "Nggak ada, untuk sekarang segitu dulu aja ya, Mbak," ucapku pada pelayan perempuan setelah selesai memesan. Gadis itu mengangguk ramah, kemudian pergi meninggalkanku sendirian di sini. Aku hanya memesan minuman dan snack ringan karena belum terlalu lapar untuk sekarang. Lagipula, Axel bilang kami akan bertemu dengan partner bisnisnya hari ini. Jadi agaknya, membiarkan meja ini penuh dengan berbagai macam makanan akan menampilkan kesan yang buruk seperti "Wah, istrinya Axel rakus juga ya!" Dan sekarang ini, aku mungkin harus lebih fokus pada satu kejadian tak terduga yang hampir saja membuatku mati konyol. Atau lebih tepatnya, sebuah pertanyaan jebakan yang telah dilontarkan oleh Axel. Tidak ada angin, tidak ada hujan, suamiku itu menanyakan hal-hal yang berkaitan den

