Bab 163. Adrian 45

1037 Kata

"Adrian, ssuttt." Ricky menyikut pingangku. Membuat lamunanku buyar seketika. "Wahh, nggak nyangka. Jadi kita bakal ketemu lagi sama Shera. Kalau tahu bakal tampil buat ulang tahunnya Shera, kita sih nggak mikir panjang lagi, iya nggak, Yan?" celetuk Ricky. Membuat pernyataan yang mendahuluiku. Dan pernyataan itu jelas salah. Jika aku tahu otak di balik semua ini adalah Axel, aku jelas nggak akan mau melibatkan diri. Kecuali jika Shera sendiri yang memintanya. Tapi di depan semua orang, aku mana bisa secara terang-terangan menunjukkan rasa kesal dan enggan ini. "Ya, gue nggak akan mikir panjang kalau tampil buat kawan lama. Dan by the way, gue bener-bener lupa kalau hari ini ulang tahunnya Shera," cetusku, membenarkan perkataan Ricky. Ku lihat, hanya Tio yang tampak diam dan tidak b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN