"Romza ... Sayang ...." Larasati melambai - lambaikan tangan tepat di depan muka Romza. Ronda yang sejak tadi tenggelam dalam lamunan, akhirnya tersadar. Ia tersentak kaget karena panggilan sang ibu. Juga lambaian tangannya. "Astaga ... kamu lagi ngelamun apa sih Sayang? Masa sampai Mama panggil - panggil dari tadi, tetep diem aja." Larasati terkikik, saking gemas dengan kelakuan anak bungsunya itu. Romza tersenyum malu. Ia tak menyangka sudah terlarut dalam lamunan. Padahal menurutnya, ia hanya berpikir sebentar tentang bagaimana caranya terbebas dari rasa penasaran akan kata 'persembahan' yang diucapkan oleh Arras tadi. "Uhm ... Ma ... aku boleh tanya sesuatu, nggak?" Romza pun memberanikan diri untuk memulai Pembicaraan tentang hal ini lagi. Larasati mengernyit. Mendadak perasaan L

