Ali masih duduk di belakang tanaman perdu. Ia pasrah dengan jawaban yang akan Wulan berikan pada Sandy. Ia masih mendengarkan pembicaraan mereka sembari duduk dengan menopang kedua tangannya di atas kedua lututnya. Wajahnya menunduk dan bermuram durja. Walau begitu ia adalah pria dewasa yang gentle. Sehingga ia berusaha berdamai dengan segala jawaban yang akan Wulan berikan pada Sandy. Sayup-sayup terdengar suara Wulan. Ali langsung memasang kedua telinganya untuk mendengar jawaban Wulan yang akan diberikan pada Sandy. “San? Maksud pernyataan lu, apa?” Wulan merasa semakin galau dengan pernyataan Sandy. “Maaf, Lan ... kita memang sahabatan, tapi jujur! Gue udah lama memendam perasaan ini sama Lu ... gue pikir kita udah sama-sama dewasa, mungkin lu juga pernah ngerasa kalau perhatian gue

