Di temaram subuh itu, Wulan menjalankan kewajibannya. Ia kembali berdoa agar bisa menaklukkan perasaannya yang kian menggebu pada Ali. Perasaan yang membuat Wulan resah, gelisah, hingga sulit memejamkan matanya. Wulan merasa apa yang ia lakukan setelah menyadari ada perasaan yang berbeda pada Bosnya, menjadikan dirinya terlihat sempurna di mata Ali. Namun Wulan sadar jika dirinya bukanlah Cinderella dalam kisah dongeng. Wulan mencoba berdamai dengan perasaannya. Setelah semalaman terjaga dan sulit memejamkan mata. Kini dirinya menyadari bahwa perasaan terhadap Ali hanyalah sia-sia. Wulan memendam perasaannya. Ia mencoba melenyapkan perasaan itu dari hati dan pikirannya. Wulan menghirup napas dalam-dalam. Melipat mukena yang telah ia pakai untuk beribadah. Wulan berjalan mendekat pada jend

