Ali melambaikan tangannya pada Wulan dan Anna. Dengan senyuman menawan yang berpadu dengan setelan jas membuatnya tampak gagah. Hati Wulan berdebar seakan meletup di dalam jantungnya, seketika tatapan mereka bersahutan. Wulan yang terlihat sederhana membuat klien Ali mengamatinya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kini Anna dan Wulan berdiri di sana. Di depan para tamu Bos Ali. Sandy yang melihat mereka hanya melontarkan senyuman dengan ekspresi datarnya. Kemudian ia kembali memainkan ponsel yang sedari tadi menemaninya. Berbeda dengan Ali yang tersenyum menyambut dua pegawainya yang baru saja datang. “Selamat datang dua Angel yang selalu memberikan support pada saya ... mungkin sebagian klien saya sudah mengenal mereka ... tetapi rekan-rekan saya belum mengenal mereka ... Oh, iya ...

