46. Cerita Kita

1412 Kata

“Halo ... Jakarta ....” Teriak Wulan dengan penuh semangat menghirup udara kota Jakarta ketika baru turun dari pesawat siang itu. “Seneng banget?” Sandy menatap Wulan dengan heran. “Eh ... udeh mau ngomong sama gue?” Wulan tersenyum pada Sandy. “Lu kan sahabat gue!” Sandy mengatakan hal itu untuk menghibur dirinya. Karena Sandy paham, mendiamkan Wulan adalah hal terkonyol yang pernah ia lakukan pada sahabatnya, hanya gara-gara cintanya ditolak. Bukan pula salah Wulan menolak cinta Sandy. Alasannya sangat jelas, Wulan menganggap Sandy adalah salah satu sahabatnya. Wulan pun mengatakan jika jodoh hanya Tuhan tahu. Setelah kejadian semalam yang menimpa Wulan, mata hati dan pikiran Sandy terbuka, kalau pun bukan Sandy yang menjadi jodoh Wulan, setidaknya Sandy berdoa Wulan mendapatkan pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN