47. Dihadang Tukang Pukul

1300 Kata

Wulan sampai di rumahnya. Lukman, Lucky, dan Denok menyambut kedatangan Wulan dengan senyuman. Siang yang melelahkan bagi Wulan, tetapi terobati dengan sambutan yang begitu hangat dari orang-orang yang menyayanginya. “Assalamualaikum.” Wulan menyapa mereka dengan senyuman di wajahnya. “Wa ’alaikumsalam.” Mereka menjawab salam dari Wulan. Kemudian Wulan mencium punggung tangan Lukman dan juga Denok. Sedangkan Lucky mencium punggung tangan Wulan. “Kak, mana oleh-olehnya?” Lucky langsung menanyakan hak yang sudah ia tunggu sejak kemarin. “Baru juga nyampe ... ye udeh bantuin angkut semua barang bawaan Kakak! Ntar Kakak kasih oleh-oleh.” Wulan hanya menggeleng-gelengkan kepala pada adik bontotnya itu. “Gas pol!” Lucky melangkah menuju mobil yang dibawa Kang Cecep. Ia membantu Kang Cecep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN